Bertepatan dengan penerimaan raport hari Sabtu (25/06/11), siang harinya kami bersilaturahmi ke rumah adik – adik Pasukan Bintang (PB) untuk melengkapi surat pernyataan, data kebutuhan sekolah, dan sekaligus mengecek hasil raport PB. Satu persatu kabar menyenangkan menghampiri, PB memberi kabar mereka naik kelas. Kami bahagia. Hingga bertemulah kami dengan PB Muhammad Saipul yang biasa dipanggil Ipul ini. Jawaban cukup mengagetkan terdengar darinya, dia tidak naik kelas.Setelah mengelilingi beberapa rumah PB, kediaman Ipul adalah persinggahan...

Di KPAJ, adik – adik Pasukan Bintang (PB) bukan hanya diajar membaca-menulis-berhitung, akan tetapi ada juga kelas kerajinan yang diadakan sebulan sekali dan kelas olahraga setiap tiga bulan sekali. Dan untuk lebih memaksimalkan hasil, maka sejak tanggal 19 Juni 2011 dibukalah kelas khusus kerajinan yang diadakan setiap hari ahad, sesudah Sekolah Ahad. Di kelas khusus kerajinan ini tidak semua adik PB bisa ikut. Belajar dari pengalaman, jika banyak adik yang ikut, maka mereka tidak akan fokus dan tentu saja hasilnya tidak akan maksimal....

Setelah mengumpulkan data anak – anak jalanan selama 2 hari (10 – 11 2010), maka pada tanggal 18 April 2010 diadakanlah sebuah kegiatan belajar mengajar untuk pertama kalinya yang dinamakan “Sekolah Ahad”, sesuai dengan namanya diadakan pada hari minggu. Saat itu jumlah adik binaan yang hadir sebanyak 12 orang, dimana mereka masih dijemput oleh para volunteer di rumah mereka masing – masing. Konsep Sekolah Ahad awal-awal KPAJ dibentuk, ada 2 pembagian kelas yaitu kelas besar dan kelas kecil. Sekolah Ahad diawali dengan kelas...

Atas beberapa pertimbangan bahwa KPAJ adalah nama yang diperuntukkan pada orang – orang yang bergerak sebagai volunteer ataupun pengurus, dan sekaligus juga ingin menghilangkan label “anak jalanan” pada adik – adik binaan, maka KPAJ pun berinisiatif memberikan nama tersendiri untuk mereka. Pada awal bulan Desember 2010 pencarian nama dimulai. Semua orang, termasuk melalui jejaring sosial (FB dan twitter) diminta idenya untuk menyumbang nama. Selama kurang lebih 2 minggu menampung saran dari berbagai pihak dan kemudian merapatkannya...

Pada bulan Januari 2011, KPAJ mulai mengontrak sebuah rumah di bilangan perintis kemerdekaan. Rumah tersebut disewa selama 1 tahun, yang oleh pemiliknya dihitung mulai Februari 2011 dengan harga sewa Rp. 5.000.000,00/tahun dimana uang sewa tersebut merupakan sumbangan dari para donatur. Sebelum rumah itu digunakan, terlebih dahulu dibersihkan dan dicat secara bergotong royong oleh sahabat – sahabat KPAJ. Segala riuh canda tawa mengisi kerja bakti selama beberapa hari tersebut. Tidak jarang pula adik – adik Pasukan Bintang ikut datang...

‹ Navigate ›