Menjaga Kesehatan Mulut Dan Gigi

Posted on Jan 7 2016 - 1:30pm by KPAJ Makassar

Dedaunan kering pagi itu berjatuhan membentuk formasi yang tak beraturan. Teramat banyak, sebab berhari-hari tak disapu oleh petugas kebersihan. Mungkin, jika mereka disatukan dalam satu tempat sampah, maka tempat tersebut akan penuh. Dan tepat di bawah pohon yang batangnya selalu dihinggapi semut merah, Pasukan Bintang menunggu kakak-kakak Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, yang akan mengisi Sekolah Ahad, 3 Januari 2016. Kakak-kakak tersebut akan memberikan materi mengenai ‘Penyuluhan Kesehatan Mulut dan Gigi’

Memasuki pukul sembilan lewat, dua orang wanita datang menggunakan sepeda motor mio. Namanya Hajrah dan Cuwi. Menit setelahnya Aisyah, Muskar dan Fatma. Kakak-kakak yang keren inilah yang akan berbagi ilmu dengan sepenuh hati. Kegiatan dimulai dengan memperkenalkan diri dan cita-cita.
“Nama siapa?” kata Kak Fatma. Perempuan berkerudung merah.
“Nama saya Risma. Cita-cita saya Dokter,” ucap salah seorang Pasukan Bintang.
Yang lain menempatkan cita-citanya menjadi Pemain Bola, Guru, Dosen, TNI, dan Bidan.

Meski Sekolah Ahad sedikit terlambat dilaksanakan, tapi Pasukan Bintang sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Mereka kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, khusus adik – adik yang masih SD. Kelompok kedua dihuni oleh Pasukan Bintang yang telah menduduki bangku SMP dan SMA/SMK.

SA3Jan16

Kelompok pertama, ada Kak Fatma dan Kak Muskar yang membawakan materi. Mereka menjelaskan bagaimana menyikat gigi yang baik dan benar. Juga apa saja fungsi gigi yang kita punya.
“Untuk gigi seri di bagian depan, gunanya untuk menggigit. Untuk gigi taring, gunanya untuk memotong. Sedangkan untuk gigi geraham, gunanya untuk menghancurkan makanan,” kata Kak Muskar. “Oh iya, pada saat menyikat gigi, sikat giginya jangan terlalu ditekan. Nanti berdarah dan tidak cantik lagi.” lanjutnya.
“Adik-adik tahu apa saja yang menyebabkan gigi rusak?” tanya Kak Fatma.
“Suka makan cokelat dan gula-gula, Kak.”
“Jadi kita ndak boleh makan gula-gula?”
Suasana kelas kemudian hening. Pasukan Bintang yang mungil-mungil itu saling berpandangan.
“Tentu saja boleh. Asal jangan berlebihan,” jawab Kak Fatma.

Pada sisi lain, di kelompok kedua, Pasukan Bintang juga serius menyimak Kak Cuwi, Kak Hajrah, dan Kak Aisyah. Saat itu, Kak Cuwi menjelaskan penggunaan kawat gigi dan tata cara pemakaiannya.
“Pemasangan kawat gigi harus di dokter gigi. Jangan di tempat-tempat yang bukan ahlinya. Kalau bukan dari orang yang paham, nanti akan goyang giginya,” kata Kak Cuwi. “Karena kenapa? Karena ada juga ilmunya untuk memasang kawat gigi. Seberapa besar tekanan untuk memasang kawat gigi. Itulah mengapa ada yang memasang lantas tidak mau dibuka kawat giginya. Karena nanti giginya goyang.”
“Kak, bagaimana cara memilih pasta gigi yang baik?” tanya seorang adik.
“Pilihlah yang berflouride. Karena flouride dapat menguatkan gigi dan mencegah gigi dari kotoran-kotoran. Umumnya yang dijual dipasaran itu berflouride. Oh iya, pasta giginya jangan ditelan.”
“Kak, kenapa setiap gigi mempunyai akar yang berbeda-beda?”
“Bagus sekali pertanyaannya. Untuk gigi bagian belakang itu ada dua akar giginya. Karena tugasnya juga yang amat banyak. Ia yang mengunyah sekaligus menghancurkan. Nah, kalau gigi bagian depan itu tugasnya cuman menggigit. Jadi akarnya cuman satu. Allah sudah mengatur semuanya dengan seimbang.” Jawab kakak dari FKG.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan bahwa Sekolah Ahad sudah hampir berakhir. Pada penghujung kegiatan, kakak-kakak FKG membagikan bingkisan. Di dalam plastik bening yang diterima Pasukan Bintang terdapat sebuah sikat gigi dan pasta gigi. Pesan Kakak-kakak FKG; praktekkan ilmu yang didapat dan rawat giginya dengan baik.

SA3Jan16 (1)

Foto by Wiwie Sulastri

Terima kasih kakak – kakak yang sudah datang. Sampai jumpa di Sekolah Ahad berikutnya.

Leave A Response