Kerajinan Tangan dari Botol Bekas

Posted on Jan 22 2016 - 9:04pm by KPAJ Makassar

14419

“Ini toh, ndak bilang-bilang kalau disuruhki bawa botol,” keluh Amel. Sekolah Ahad minggu ini memang mengharuskan Pasukan Bintang (PB) membawa botol plastik yang tak terpakai. Namun Amel lupa membawa sesuai dengan kesepakatan Sekolah Ahad lalu.

Botol plastik tersebut rencananya akan didaur ulang. Menggunakan tema Kerajinan Tangan bukan kali pertama Pasukan bintang memperolehnya. Menurut Koordinator Pendidikan KPAJ Kak Ardan –sapaan akrabnya- nantinya hasil daur ulangnya akan dijual pada saat Milad atau ulang tahun KPAJ

Jarum jam menunjukkan pukul 09.00 Wita. Pasukan Bintang berjalan-jalan ke beberapa tempat di area Universitas Hasanuddin pagi itu guna mencari botol-botol bekas yang biasa ditemukan di area sekitar. Nampaknya cukup banyak sampah yang dibuang bukan pada tempatnya pagi itu. “Hmm contoh yang buruk bagi adik-adik, mereka menemukan sampah dibuang bukan pada tempatnya,” sergah salah seorang pengurus KPAJ

Tak butuh waktu lama, seorang kakak KPAJ pun menginstruksikan agar mencari botolnya ditangguhkan berhubung waktu Sekolah Ahad (SA) sudah harus dimulai. Mereka pun dengan riang kembali bersama botol-botol plastik di tangan. Seperti biasa, tangan-tangan mungil adik-adik PB diperiksa untuk melihat kuku, barangsiapa yang kukunya panjang akan diberi sanksi berupa tanda bintangnya mereka dapatkan selama berkelakuan baik akan dikurangi.

Begitupula dengan kewajiban lainnya seperti membawa buku, pulpen, air minum, serta ketepatan waktu. Tak ketinggalan review mengenai pelajaran Sekolah Ahad minggu sebelumnya.

Di tengah-tengah pemeriksaan oleh Kak Ardan, perempuan berbaju putih dengan rambut yang diikat rapi menghampiri Pasukan Bintang.

“Nama saya Gebi. Saya orang Makassar,” kata Gebi memperkenalkan diri.

“Kukira orang Jepang ki, Kak,” celetuk seorang adik Pasukan Bintang. Rupa yang putih dengan mata yang sedikit sipit membuat Pasukan Bintang mengira kalau Gebi berasal dari negeri Sakura.

Selang beberapa menit, pasukan pembawa alat rias botol datang. Kak Ratna, Kak Ira, dan Kak Dini. Mereka menenteng plastik putih yang didalamnya terdapat bahan-bahan kerajinan tangan. Gunting, lem lilin, alat jahit, kain pita, dan resleting yang berukuran sejengkal.

“Pertama-tama, kita gunting dulu botol plastiknya.” Kak Ira meragakan. Diguntingnya pertengahan dari botol tersebut. Pasukan bintang memerhatikan.

“Setelah itu, kita ambil resletingnya dan kita temple dengan lem lilin. Namun, lebih bagus kalau dijahit. Karena kuatki kalau dijahit.”

Pasukan Bintang pun mulai beraksi. Mereka sedikit kewalahan karena gunting yang terbatas. “Guntingmu dulue.”

“Hati-hati yah kena lem lilinnya,” Kak Ira memberikan arahan.

Saat kerajinan tangan dimulai, Reyhan bermain-main dengan lem lilin. Alhasil, tangannya yang lucu terkena lelehan lem. Ia mengerang kesakitan. Ia memerhatikan tangannya sembari ditiup-tiup. Begitu ia merasa sudah aman, ia kembali mengerjakan botol-botol di depannya.

Beberapa Pasukan Bintang merasa kesulitan karena lelehan lemnya tak sengaja mengenai resleting yang membuat macet. Mila kebingungan menjahit. Bukannya semakin cantik, tapi jahitan yang kusut membuat botolnya ditambah lelelahan lem nampak serawut. Maka tak ada jalan lain, Ciwang dan Ias yang berputus asa mengganti resleting yang baru. Dengan sedikit arahan, mereka mulai hati-hati.

Puncak kreativitas baru dimulai ketika menghiasi botol. Ada yang meriasnya dengan pita warna warni. Ada yang membuat semacam pita kupu-kupu. Ada yang membuat pitanya seperti rambut. Dan macam-macam kreativitas lainnya.

.17545

17547

17543

Dua jam berlalu, Pasukan Bintang menunjukkan karyanya. Barang yang semula sampah kini berubah menjadi barang berguna. Botol bekas disulap menjadi tempat pensil dan celengan. Desainnya manis dan lucu.

Terlepas dari itu semua, semoga apa-apa yang didapatkan bisa bermanfaat kedepannya. Terus berkarya yah, Pasukan Bintang!

 

Leave A Response