Harapan itu masih ada, Ipul !

Posted on Jun 28 2011 - 10:18pm by KPAJ Makassar
bintangBertepatan dengan penerimaan raport hari Sabtu (25/06/11), siang harinya kami bersilaturahmi ke rumah adik – adik Pasukan Bintang (PB) untuk melengkapi surat pernyataan, data kebutuhan sekolah, dan sekaligus mengecek hasil raport PB. Satu persatu kabar menyenangkan menghampiri, PB memberi kabar mereka naik kelas. Kami bahagia. Hingga bertemulah kami dengan PB Muhammad Saipul yang biasa dipanggil Ipul ini. Jawaban cukup mengagetkan terdengar darinya, dia tidak naik kelas.Setelah mengelilingi beberapa rumah PB, kediaman Ipul adalah persinggahan terakhir kami siang itu. Kami melihat raportnya. Hanya 1 nilai yang merah yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) mendapat nilai 55. Kami langsung menduga satu hal yang kemudian itu benar. Ipul tidak naik kelas karena belum lancar membaca. Mungkin di sinilah kami lalai pada perkembangan adik yang bercita – cita menjadi pemain bola ini. Kami sedih? Tentu saja.

Keesokan harinya setelah selesai Sekolah Ahad, kakak – kakak KPAJ mencoba menasehatinya. Tentu saja tanpa amarah dan tidak menyalahkan. Karena kami sadar, jika menyalahkan ketidaknaikan kelasnya akan membuat dia semakin “down”. Padahal saat ini yang dia butuhkan adalah dukungan semangat agar tetap sekolah. Dan setelah itu Ipul mengucapkan janji akan jauh lebih giat belajar membaca. Sengaja dengan tegas kami memberinya waktu 1 bulan untuk dia bisa membaca dengan lancar. Kami menyuruhnya untuk datang di Rumah KPAJ pada saat kelas paket, biarlah dia di sana belajar membaca. Disamping itu kami juga meminta Ramlang (Komandan Pasukan Bintang) yang sekarang duduk di kelas 7 untuk ikut membantu mengajari membaca. Ipul harus bisa membaca dalam 1 bulan ! Biarlah itu menjadi “hukuman” buatnya. Biarlah jadi pelajaran berharga untuk dia. Biarlah dia belajar dari kejadian ini.

Dan yang kemudian muncul di benak kami adalah bagaimana dengan calon orang tua asuhnya? Akankah OTA-nya memutuskan untuk tidak memberi beasiswa pada Ipul dan mengambil PB yang lain? Hingga saat ini kami belum tahu keputusan calon OTA-nya. Dan jikapun Ipul tidak jadi diberi beasiswa pendidikan oleh calon OTA-nya, maka Ipul akan menjadi “adik asuh KPAJ”. Dia harus tetap sekolah. Semangatnya tidak boleh dipadamkan. Harapan dan cita – citanya tidak boleh dibiarkan layu. Kejadian ini tidak harus dibesar – besarkan, ini bukan masalah. Justru sebaliknya menjadi cambuk untuk lebih maju.

-Sebuah percakapan terjadi antara Ipul dan Sule ketika mereka menemani kami bersilaturahmi ke rumah salah satu adik PB-
Sule : “Jammako do’ sekolah. Bawa bentor mako kek saya. Apa itu sekolah, ada mi presiden, banyak mi polisi”
Ipul : “Ndak mau ja. Rendahnya cita – citamu itu jadi tukang bentor ji. Orang mau jadi pemain bola”

Tetaplah semangat, Ipul. Harapan itu masih ada dan tetap ada !!

Leave A Response