Buat Kamera Dari Kardus Bekas

Posted on May 23 2012 - 3:09pm by KPAJ Makassar

Sumber : Koran harian Fajar (halaman 13), tanggal 23 Mei 2012. Oleh Kasman.

koran Fajar 23 Mei 2012

Anak – anak jalanan juga memiliki bakat dan kemampuan yang hebat Keterbatasan ekonomi membuat mereka sulit mengembangkan bakat mereka

Pagi itu, Minggu 20 Mei, puluhan anak – anak berkumpul di bawah pohon mangga di depan gedung alumni kampus Unhas, tepatnya di kawasan Danau Unhas Tamalanrea.

Rata – rata dari mereka berusia di bawah sepuluh tahun. Sekilas anak – anak jalanan ini tampak ceria menikmati suasana di bawah pohon yang sejuk itu. Ada yang asyik berbincang sambi duduk melingkar menggunakan tikar plastik dan bekas spanduk. Ada pula yang saling kejar – kejaran mengelilingi kerumunan teman – temannya.

Seorang perempuan dewasa berjilbab dan seorang lagi laki – laki berambut pendek, sesekali berdiri dan memanggil anak tersebut untuk ikut bergabung. Perempuan dan lelaki dewasa ini ternyata pengurus Komunitas Pecinta Anak Jalanan (KPAJ) Makassar.

Rupanya hari itu anggota KPAJ sedang memberikan pendidikan terhadap anak jalanan yang selama ini menjadi binaan KPAJ. “Ini memang kegiatan rutin kami. Setiap minggu kita memberikan pendidikan kepada anak – anak jalanan ini. Kegiatannya memang selalu diadakan di sini (kawasana danau Unhas)” ujar Hariyanto, Sekretaris KPAJ Makassar yang saat itu turun bersama – sama rekannya mendampingi anak – anak jalanan ini.

Hariyanto menjelaskan, melalui kegiatan seperti ini, para anak – anak jalanan ini diberikan pendidikan dasar seperti membaca, menghitung, dan lain – lain. Termasuk memberikan pelajaran keterampilan.

Binajir, salah satu anggota pendidik KPAJ Makassar mengungkapkan, selama ini fokus mereka adalah mendidik dan memmbangkitkan semangat anak – anak jalanan ini agar mereka mau belajar. “Selama dua tahun lebih kami (KPAJ, red) berjalan, sudah puluhan anak – anak putus sekolah yang berhasil kami kembalikan ke sekolah. Ada juga yang kita ikutkan ujian paket,” tandasnya.

Pada Minggu kemarin, selain mendapat pendidikan dasar, para anak – anak jalanan ini juga mendapatkan kesempatan untuk belajar membuat sekaligus memotret menggunakan kamera lubang jarum.

Foto by KLJ Makassar

Para anak – anak jalanan ini tampak antusias mengikuti materi dan praktik yang diajarkan oleh Koordinator Komunitas Lubang Jarum (KLJ) Makassar, Sultan. Mereka diajar bagaimana cara membuat kamera yang terbuat dari kardus bekas minuman ringan atau kaleng minumana ringan. “Adik – adik, silahkan buat lubang kecil di samping kotak yang sudah dipegang,” kata Sultan koordinator KLJ Makassar saat memberikan kursus singkatnya pada anak – anak jalanan itu.

Kamera lubang jarum dapat dibuat dari barang bekas, seperti kaleng susu, kaleng rokok, dan kardus bekas. Kamera lubang jarum ini tidak memiliki lensa maupun pengatur jarak fokus seperti yang terdapat pada kamera digital. Kamera merekam gambar hanya memanfaatkan celah cahaya yang masuk ke dalam kardus atau kaleng melalui lubang sebesar lubang jarum.

Setelah mengikuti kursus singkat tersebut, anak – anak jalanan ini akhirnya pandai membuat kamera dari bahan bekas. Bahkan mereka juga sudah dapat memahami bagaimana cara menggunakannnya, walau hanya dapar pelajaran singkat.

Untuk melakukan pemotretan, di dalam kamera lubang jarum harus terdapar kertas negatif. Pemasangan kertas negatif ini harus dilakukan di ruang gelap gulita. Oleh KLJ, mereka membuat semacam tenda yang sekelilingnya tertutup kain hitam sehingga tak sedikitpun cahaya bisa masuk ke dalam tenda tersebut.

Usai pemotretan, kamera harus dibawa lagi ke kamar gelap untuk melakukan proses cuci cetak gambar. Semua bagian ini diikuti dengan baik oleh para anak jalanan ini.

Pada dasarnya kata Binajir, anak – anak jalanan ini semua memiliki kemampuan individual, hanya saja selama ini mereka kurang mendapat perhatian dari keluarga mereka. “Makanya kecenderuungan mereka (anak – anak jalanan) selalu ingin diperhatikan” ucapnya.

Leave A Response