Berkreasi Dengan Clay

Posted on Mar 14 2013 - 7:40am by KPAJ Makassar

 

“Kak, jalan apa yang tidak bisa dimakan?” tanya PB Fatma dengan semangat.
“Jalangkote yah.” jawab kak Tari dengan ragu.
“Betul kak, trus donat apa yang tidak bisa dimakan?”
“Hmm,, apa yah.. semua donat bisa dimakan kok”
“Ini.. ayo kak coba makan.” jawab fatma sambil mengacungkan clay donat buatannya.

Pagi berteman gerimis, gemercik air menerpa dedaunan di Gedung Pertemuan Alumni (GPA) Unhas. Hari ini, Sekolah Ahad 10 Maret 2013 yang biasanya dilaksanakan di depan gedung GPA, dialihkan ke pelataran GPA. Dan Sekolah Ahad pagi ini kedatangan kakak – kakak dari ParaDesign. Ini kali kedua mereka berbagi ilmu pada adik – adik Pasukan Bintang (PB), setelah sebelumnya adik – adik diajar untuk membuat sablon lukis pada Sekolah Ahad 08 Juli 2012 lalu.

Tanpa membuang waktu, bunda Olis dari ParaDesign mengenalkan clay pada adik – adik PB. Bunda Olis kemudian mencampur bahan-bahan yang diberikan macam-macam pewarna. Sebelum membentuk, adonannya harus diberi minyak supaya homogen sebagai pengganti air. Dan tangan adik-adik juga harus diberi minyak dulu supaya tidak lengket.

Clay dalam arti sesungguhnya adalah tanah liat, namun selain terbuat dari tanah liat,clay juga ada yang terbuat dari bermacam – macam bahan tetapi adonannya memiliki sifat clay (liat/dapat dibentuk). Saat ini tanah liat atau lempung sudah jarang ditemukan. Selain jarangnya tanah liat bisa ditemukan, dulu jika kita mau membuat hasil kreasi seperti ini, kita harus rela untuk menyatu dengan pekatnya tanah liat yang kotor. Namun, sekarang tidak lagi. Saat ini, clay dibuat dengan bahan yang mudah didapat dan, tentunya, bersih dari kotoran. Bahannya hanya terbuat dari campuran tepung terigu, pengawet kue, dan lem (Sumber: griyakeyra)

 

Berkreasi dengan clay

Berkreasi dengan clay

Berkreasi dengan clay memang menyenangkan. Terlihat dari antusias adik – adik PB, di mana mereka tidak lagi berlarian ke sana kemari.  Ada yang asik membentuk, ada yang sibuk berpikir mau membuat apa, dan adapula yang sibuk bertanya kepada kakak-kakak. Adik – adik PB pun mulai berkreasi dalam macam-macam bentuk seperti donat, smiley Patrick, kue, kupu-kupu, bunga, bahkan ada yang membuat bentuk dengan tulisan KPAJ.

Warna adonan clay yang variatif memacu kreativitas untuk membuat beragam bentuk dan karakter yang disukai. Selain melatih kesabaran dan sebagai sarana bermain, clay juga memacu imajinasi PB, seperti salah satu PB yang membuat bentuk spongebob tapi ada sayapnya. Imajinasi suka – suka mungkin namanya.

Hasil karya PB

Hasil karya PB

Setelah membuat bentuk favorit masing-masing, PB kemudian berebut menunjukkan karyanya ke kakak-kakak volunteer. Ada juga yang berebut karyanya mau di foto. Sekolah Ahad pun selesai. Hasil karya clay PB kemudian dikeringkan supaya awet dan tidak gampang rusak.

Bersama kakak – kakak ParaDesign

Terima kasih buat ilmunya, kakak – kakak ParaDesign, dan membuat sekolah ahad pekan ini semakin menyenangkan.

 

Ditulis oleh: Tari Artika Sari | Pengurus KPAJ | Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya 2011, Universitas Hasanuddin

Leave A Response