BERHENTI memberikan mereka uang !!!

Posted on Jun 29 2011 - 10:01am by KPAJ Makassar

stop-beri-uang

“Kemana Anjal Setelah Mengemis?”, kalimat tersebut berada di halaman depan koran Fajar, salah satu harian lokal di Makassar pada hari Senin, 06 Juni 2011. Kami pun segera membuka halaman yang dimaksud. Menelusuri kalimat demi kalimat, larut dalam kisah yang bersetting tidak asing itu.

Setahun belakangan ini kami di KPAJ memang merasa cukup akrab dengan lingkungan yang ada dalam berita tersebut, beberapa nama yang disebutkan juga menjadi adik binaan kami. Dan ntahlah, seusai membaca 1 halaman penuh itu ada sebuah perasaan sedih dan bersalah, merasa gagal.

Setahun ini kami berusaha semaksimal mungkin agar adik – adik Pasukan Bintang bisa bersekolah dan berhenti mengemis. Tapi memang, kenyataannya tidak semudah itu. Mereka yang sedari kecil bahkan ada yang masih bayi sudah diajak orang tuanya turun ke jalan, mereka yang sudah terbiasa mendapatkan uang dengan cara gampang, cukup dengan menadahkan tangan tentulah akan merasa enggan untuk kembali bersekolah, kembali belajar. Kami berusaha meyakinkan mereka bahwa pendidikan itu penting dan berharap dengan begitu mereka akan sadar bahwa mengemis itu tidak baik. Mereka paling tidak harus bisa membaca, menulis dan berhitung. Kami ingin “mata rantai” pekerjaan orang tuanya terputus. Mereka dan anak – anaknya kelak tidak boleh menjadi pengemis. Keinginan sederhana, tapi tidak sesederhana mewujudkannya. Dan kami mungkin tidak sama dengan komunitas – komunitas lain yang bisa dengan bangganya menunjukkan prestasi adik – adik asuh mereka di sekolah. Karena bagi kami, bukanlah sebuah keharusan adik – adik Pasukan Bintang untuk mendapat juara di kelas. Mereka mau rajin bersekolah, nilai yang baik dan berhenti mengemis, itu sudah cukup. Dan jika berprestasi di sekolah maka itu adalah bonus.

Meskipun sedih, tapi di sisi lain kami sangat berharap orang – orang membaca berita tersebut. Dalam artikel itu dijelaskan salah satu kegiatan anak – anak jalanan seusai mengemis adalah berinternetan di warnet dan atau bermain di game center.

Kita harus tahu kegiatan anak – anak jalanan seusai mengemis agar kita sadar bahwa kitaHARUS BERHENTI memberikan uang pada mereka. Berhenti mengasihani mereka dengan memberinya uang. Karena itu hanya akan membuat mereka semakin nyaman berada di jalan. Jika ingin memberi, berilah mereka makanan. Itu yang paling sederhana.

Kami masih ingat salah satu pembicaraan di suatu sore ketika bersilaturahmi ke daerah adik – adik binaan. Kala itu kami berbincang – bincang dengan beberapa adik dan seorang ibu. Ibu itu berkata “ku ijinkan ji anak – anakku pi belajar, tapi ini yang satu (menunjuk salah satu anaknya) jam 4 harus mi kembali ke rumah, ka ada arisannya setiap hari itu” (saya mengijinkan anak – anakku pergi belajar, tapi yang satu ini jam 4 sudah harus kembali ke rumah, karena ada arisannya setiap hari). Kami pun bertanya berapa uang arisannya. Jawaban sang ibu sungguh mengagetkan. 30 ribu perhari. Arisan 30 ribu perhari? Berarti 1 bulan 900 ribu? Wew!! Angka yang cukup fantastis jika melihat pekerjaan mereka. Jadi itu berarti sang anak harus mendapatkan uang minimal 30 ribu setiap harinya. Dan kenyataannya adalah uang yang mereka dapat di jalan bisa mencapai 50 ribu dan lebih jika di hari jumat, apalagi di bulan ramadhan.

Jadi STOP mengeluh dengan semakin banyaknya pengemis dan anak – anak yang ada di jalan jika kita masih memberikan uang pada mereka. Karena kita yang membuat mereka semakin betah di jalan dan secara tidak langsung kita sendiri yang mendidik mereka “bermental” seperti itu.

Dan masihkah berpikir bahwa pengemis itu miskin?

Leave A Response