Belanja Perlengkapan Sekolah

Posted on Jul 5 2011 - 10:24am by KPAJ Makassar

Ada yang senang berbelanja? Pasti banyak. Begitupun dengan kami. Saat merencanakan sebuah hari untuk berbelanja perlengkapan sekolah beberapa Pasukan Bintang (PB), dengan semangat kami pun mengatur waktu lowong. Dan terpilihlah tanggal 29 Juni 2010 yang kebetulan hari libur (tanggal merah).

Hari yang disepakati. Waktu menunjukkan pukul 08.30 ketika kami sampai di sebuah toko perlengkapan sekolah terbesar di Makassar. Toko Agung yang terletak di Jl. Ratulangi tidak pernah sepi oleh pengunjung. Untuk itulah kami sengaja datang sepagi itu dan menempatkannya sebagai tempat pertama untuk berbelanja.

Dengan berbekal daftar yang sudah dipersiapkan, kami berlima (kHie, Kak Kasma, Febri, Erny dan Bina) mulai memilih – milih barang. Survey harga barang yang telah dilakukan diawal bulan sedikit memudahkan untuk berbelanja. Meskipun demikian, tetap saja membutuhkan waktu cukup lama, terlebih saat akan membeli tas.

Pengunjung mulai banyak. Toko terasa makin padat. Kami sudah mulai agak kesulitan untuk bergerak cepat. Dan tepat pukul 11.00 kami berada di kasir. Syukurlah semua peralatan tulis menulis dan tas bisa terbeli.

Sambil menunggu barang – barang hasil belanja dirapikan oleh petugas toko, kami membicarakan kembali perjalanan selanjutnya. Menaruh barang – barang di rumah kak Kasma, beristirahat sejenak untuk sholat dhuhur dan makan siang adalah tujuan selanjutnya.

Seusai mengisi perut, kamipun menuju Pasar Butung. Pasar Butung adalah salah satu pusat grosiran terbesar. Sesampainya disana, kami segera mencari tempat penjualan seragam sekolah. Suasana pasar yang sempat terbakar beberapa bulan lalu hari itu cukup ramai. Kami mampir di beberapa tempat tapi belum sepakat harga dengan penjualnya. Hingga menemukan tempat yang memberikan harga cukup murah. Memilih berbagai macam ukuran baju dan celana, sambil mengira – ngira ukurannya pas atau tidak untuk adik Pasukan Bintang, serta mempertimbangkan kualitas jahitan membuat kami cukup lama berada di toko tersebut. Tapi sayangnya masih ada beberapa ukuran yang tidak ada, sehingga masih harus berputar – putar untuk melengkapi. Tidak terasa hari sudah sore. Masih ada 3 baju belum didapat dan bahkan sepatu belum satupun terbeli. Kami baru tahu kalau di Pasar Butung hanya ada 2 tempat yang menjual sepatu itupun jumlah sepatunya tidak begitu banyak.

Dengan pertimbangan kalau bukan hari ini diselesaikan, kapan lagi waktu untuk berbelanja? Disamping itu tinggal sehari lagi, bulan Juni sudah berganti. Mendekati ajaran baru tentulah harga akan semakin mahal. Maka diputuskan untuk menyelesaikan hari itu juga, dan ‘merelakan’ untuk meniadakan kelas paket malam :(

Karena barang yang diinginkan tidak ada, akhirnya Pasar Senggol adalah tujuan yang terakhir. Pasar tersebut hanya dibuka pada malam hari, sedang saat itu waktu menunjukkan masih pukul 17.00. Akhirnya sambil menunggu pasarnya beroperasi, kami beristirahat sejenak, meluruskan kaki sambil memisah – misahkan seragam dan menuliskan nama masing – masing adik agar tidak lupa nantinya. Hal ini juga sekaligus untuk mengecek kembali kelengkapan seragam sekolah.

Seusai sholat maghrib, kami menuju Pasar Senggol. Tujuan pertama mencari sepatu, karena hanya tinggal sepatu, kaos kaki dan 3 seragam pramuka lengan panjang yang belum terbeli. Kami mulai berpencar di pasar yang tidak terlalu besar itu. Satu demi satu tempat disinggahi. Tawar menawar pun terjadi. Dan diantara 21 daftar barang yang harus dibeli, setelah tas dan seragam maka sepatu berada di tingkat kesulitan paling atas. Saat memilih tas, harus menyesuaikan dengan karakter adik. Seragam dan sepatu harus melatih daya ingat tentang ukuran adik – adik. Meskipun membawa ukuran baju, celana dan kaki beberapa adik – adik PB, tapi tetap saja masih sering kebingungan untuk menentukan ukuran.

Sepatu akhirnya lengkap, kaos kaki pun sudah ada. Tinggal 3 baju pramuka yang masih kurang. Dengan sisa – sisa tenaga, kami sekali lagi mengitari pasar itu untuk mencari penjual seragam sekolah. Akhirnya, pukul 21.45 kami meninggalkan pasar. Menaruh barang dan kemudian makan malam.
Di samping rasa bahagia karena semua barang akhirnya terbeli, muka kelelahan juga terpancar. Sekitar 13 jam berburu barang – barang perlengkapan sekolah untuk 16 adik Pasukan Bintang, dimana 14 diantaranya tahun ini baru mendapat beasiswa pendidikan melalui program Orang Tua Asuh.

Saat makan malam, kami tertawa – tawa. Tidak menyangka akan se-lama ini berbelanja. Tadinya sengaja mulai berbelanja pagi agar menjelang siang sudah selesai. Ternyata jauh diluar dugaan.

Dan hari Minggu (03/07/11) kami kembali berkutat dengan hasil belanjaan tersebut. Mulai dari mengambil barang – barang dan menaruhnya di rumah KPAJ, sampai memisahkan barang tersebut untuk masing – masing adik. Cukup seru, terlebih pada saat ingin memberi nama tas dan sepatu. Terkadang lupa siapa pemilik barang tersebut. Ini punya siapa? Kalau ini siapa? Pertanyaan semacam itu kadang terlontar.

2 hari yang berkesan. Dan siapa bilang mengurus perlengkapan sekolah 16 anak itu gampang? :)

Leave A Response