Amanah Ini, Haruskah?

Posted on Jan 6 2016 - 2:51pm by KPAJ Makassar

“Kita diberi dua tangan, satu untuk menolong diri sendiri, dan satu lagi untuk menolong orang lain (Audrey Hepburn, Duta Besar UNICEF 1988-1993)”

Bulan Desember telah tiba. Group chat line pengurus sudah mulai riuh rendah tentang rencana rapat kerja tahunan, yang memang biasa diadakan pada penghujung atau diawal tahun. Dan tentu saja, bukan hal yang mudah untuk mencocokkan jadwal kegiatan lebih dari dua puluh orang tersebut. Beberapa pilihan tanggal dan tempat mulai disusun. Hingga terpilihlah tanggal 26-27 Desember 2015 untuk mengadakan rapat kerja, yang mana nantinya, secara bersama – sama, akan mengevaluasi kegiatan selama setahun terakhir, rencana program kerja kedepannya, dan tentu saja, tentang kepengurusan.

Hari yang telah disepakati pun tiba. Bertempat di Rumah Adat Pangkep (Benteng Somba Opu), pukul 20.30 WITA, rapat kerja tahunan yang dipimpin oleh Rivaldi, ketua KPAJ 2014-2015, pun dimulai. Pengurus, calon pengurus dan mantan pengurus berbaur duduk melingkar dalam suasana yang santai tapi serius. Mulai dari berdebat, berdiskusi, bermufakat, hingga celetuk canda yang memancing gelak tawa, hadir pada malam itu, membuat waktu tak terasa terus berjalan, dan tibalah pada pembahasan kepengurusan. Seperti yang diketahui, bahwa betapa pentingnya kerjasama orang – orang yang berada dibalik sebuah komunitas / organisasi untuk menjalankan program kerja / kegiatan. Untuk itulah diperlukan adanya regenerasi. Dengan harapan, virus semangat (berbagi) akan tetap ada. Demikian juga dengan pemikiran baru yang kreatif untuk membawa komunitas tersebut lebih baik dari sebelumnya.

raker kpaj Tidak mudah mengemban amanah untuk menjadi (salah satu) penunjuk jalan mimpi puluhan adik Pasukan Bintang. Bukan pula hal yang gampang untuk berkata iya pada suatu amanah, apalagi tanpa bayaran materi.  Teringat beberapa tahun lalu, Erniyati, ketua KPAJ 2012-2013, pernah berkata, “Bukan kita yang memilih atau dipilihkan amanah itu. Tapi Allah-lah yang memilih kita. Allah tahu, kita bisa mengemban amanah tersebut, sehingga dititipkan pada kita. Ini bukan hanya sekadar amanah, tapi ladang amal, ladang kebaikan, dan ladang belajar. Pegangan kita, sebaik – baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain.” Dan dua puluh dua orang yang hadir pada malam itu, yang masing – masing telah mengajukan nama serta alasan memilih, hanyalah perantara, sebab semua sudah digariskan oleh-NYA.

» Amanah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diartikan sebagai sesuatu yang dipercayakan (dititipkan) kepada orang lain. «

Terima kasih kakak – kakak pengurus 2015, serta yang lainnya, yang sudah mendedikasikan waktu, pikiran, dan tenaga selama ini. Untuk selanjutnya, amanah ini dititipkan pada A. Utari Artika Sari (Tari), dan timnya. Badai mungkin akan menerjang, meredupkan nyala mimpi adik – adik Pasukan Bintang. Tapi, jika tetap bersama berusaha agar mimpi – mimpi itu terus menyala, kita pasti bisa!

Leave A Response